Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK <hr /> <table class="data" style="height: 100%; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#E9E9E9"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Nama Jurnal</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Singkatan</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><strong><em>JPKMK<br /></em></strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Abbrevation</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><em><strong>J. Pengabdi. Kpd. Masy. Kesehat.</strong></em></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Prefix DOI</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">-</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Online ISSN</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210816281306913"><strong>2807-3134</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Frekuensi Terbitan</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><strong>4x Setahun (Maret, Juli, September, Desember)</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Biaya</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Lihat <strong><a href="http://www.jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/authorfee"> APC</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Penerbit</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusomo Yogyakarta</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Indexing</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><a href="https://scholar.google.com/scholar?hl=en&amp;as_sdt=0%2C5&amp;q=jurnal+keperawatan+notokusumo&amp;btnG=">Google Scholar</a> | <a href="https://onesearch.id/Search/Results?filter[]=repoId:IOS3428">OneSearch</a> | ROAD | Base</td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan </strong>adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) STIKES Notokusumo.Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.</p> <p style="text-align: justify;">Redaksi <strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan</strong>, mengundang para peneliti, akademisi dan para praktisi untuk bersama menuangkan gagasan dan pemikirannya mengenai upaya dalam mengimplementasikan keilmuan di masyarakat. </p> en-US jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id (Septiana Fathonah) lppm@stikes-notokusumo.ac.id (Technical Support) Fri, 23 Jan 2026 10:48:28 +0000 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sosialisasi Budidaya Jamur Tiram Putih Ramah Lingkungan Dengan Serbuk Kayu di Sma Negeri 12 Medan https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/669 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Sosialisasi budidaya jamur tiram putih dengan metode ramah lingkungan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya siswa, terhadap praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 12 Medan dengan tujuan memperkenalkan teknik budidaya jamur tiram putih menggunakan media serbuk kayu sebagai alternatif limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali. Serbuk kayu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan miselium jamur secara optimal. Metode sosialisasi melibatkan penyampaian materi, demonstrasi langsung, serta praktik budidaya. Siswa diberikan pemahaman tentang proses sterilisasi media, inokulasi bibit jamur, hingga perawatan dan panen. Selain itu, aspek keberlanjutan juga ditekankan, seperti pemanfaatan limbah serbuk kayu dan dampaknya terhadap lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan minat siswa terhadap budidaya jamur tiram putih. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa mampu menerapkan teknik budidaya yang telah dipelajari dan mengembangkannya sebagai peluang usaha berbasis lingkungan. Program ini juga berkontribusi dalam mengurangi limbah kayu serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian ramah lingkungan.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>The socialization of white oyster mushroom cultivation using environmentally friendly methods is an important step in increasing public awareness, especially students, towards sustainable practices. This activity was conducted at SMA Negeri 12 Medan with the aim of introducing white oyster mushroom cultivation techniques using sawdust media as an alternative to organic waste that can be reused. Wood powder was chosen due to its abundant availability and its ability to optimally support the growth of mushroom mycelium. The socialization method involved material delivery, hands-on demonstration, and cultivation practices. Students were given an understanding of the media sterilization process, inoculation of mushroom spawn, to maintenance and harvesting. In addition, sustainability aspects were also emphasized, such as the utilization of sawdust waste and its impact on the environment. The results of the activity showed an increase in students' understanding and interest in white oyster mushroom cultivation. With this socialization, it is hoped that students will be able to apply the cultivation techniques they have learned and develop them as environmentally-based business opportunities. This program also contributes to reducing wood waste and increasing awareness of the importance of environmentally friendly agricultural practices.</em></p> Winda Irawati Zebua, Marti Silfia, Maniur Arianto Siahaan, Stephani Zebua, Slive Rince Dachi Copyright (c) 2026 Winda Irawati Zebua, Marti Silfia, Maniur Arianto Siahaan, Stephani Zebua, Slive Rince Dachi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/669 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Edukasi Kesehatan Tentang Pemberian Susu Kedelai Kurma pada Remaja Putri untuk Mengatasi Anemia https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/691 <p><strong>Abstrak : </strong><em>Masalah Triple burden malnutrition yang dihadapi Indonesia saat ini a</em><em>dalah</em><em> prevalensi stunting pada balita, wasting, anemia pada ibu hamil dan obesitas</em><em>. Tingginya prevalensi kekurangan gizi dan anemia pada remaja merupakan faktor pendorong utama bagi bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Susu kedelai kurma merupakan kombinasi minuman herbal yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan dan mampu mengatasi anemia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan kepada remaja putri tentang pemanfaatan minuman herbal susu kedelai kurma untuk mengatasi anemia. Sasaran kegiatan ini adalah siswi SMK dr. Soebandi sebanyak 64 siswi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMK dr. Soebandi pada bulan Juli 2024. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan skrining status gizi, dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan tentang anemia dan minuman herbal untuk mengatasi anemia. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan 18 sisiwi (28,1%) dengan kategori kurus, 11 siswi (17,2%) dengan kategori gemuk dan 35 siswi (54,7%) memiliki status gizi normal. Saat pelaksanaan kegiatan, mahasiswi juga terlihat semangat untuk mengikuti kegiatan edukasi. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap remaja berpotensi menjadi anemia ketika tidak aware dengan kesehatan tubuhnya, dan mengkonsumsi makanan atau minuman yang memiliki gizi yang baik untuk tubuh merupakan pilihan yang tepat untuk mencegah anemia.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract : </strong><em>The triple burden of malnutrition currently faced by Indonesia includes the prevalence of stunting in toddlers, wasting, anemia in pregnant women, and obesity. The high prevalence of malnutrition and anemia among adolescents is a major contributing factor to the birth of babies with low birth weight. Date-soy milk is a combination of herbal drinks that contains good nutritional value for health and can help overcome anemia. The aim of this community service activity is to provide health education to female adolescents about the use of the herbal drink, date-soy milk, to combat anemia. The target participants were 64 female students from SMK dr. Soebandi. This activity was conducted at the SMK dr. Soebandi auditorium in July 2024. The implementation began with a screening of nutritional status, followed by health education about anemia and herbal drinks for managing anemia. The results showed that 18 students (28.1%) were categorized as underweight, 11 students (17.2%) as overweight, and 35 students (54.7%) had normal nutritional status. During the activity, the students appeared enthusiastic about participating in the educational session. In conclusion, each adolescent is at risk of developing anemia if they are not aware of their bodily health, and consuming foods or drinks with good nutritional content is an appropriate choice for preventing anemia</em></p> Ririn Handayani, Yuni Handayani, Ernawati Anggraeni, Melati Puspita Sari Copyright (c) 2026 Ririn Handayani, Yuni Handayani, Ernawati Anggraeni, Melati Puspita Sari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/691 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Edukasi Penerapan 3M Plus di Samarinda untuk Mencegah Penyebaran Penyakit DBD https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/695 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Di Kota Samarinda kasus DBD pada tahun 2023 ialah 867 kasus positif dengan 3 kasus meninggal dunia yang dimana Kota Samarinda berada di urutan ketiga kasus DBD tertinggi setelah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kasus 1555 positif dan 4 kasus meninggal dunia dan Kota Balikpapan dengan 1019 kasus positif dan 4 meninggal dunia . Kasus DBD tertinggi di Kota Samarinda terdapat pada Puskesmas Bengkuring khususnya di Kelurahan Sempaja Utara. Pengabdian ini bertujuan untuk menambah kepedulian masyarakat tentang bahaya DBD serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan penerapan 3M Plus. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya DBD serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan menerapkan 3M Plus. Metode edukasi dilakukan dengan membagikan media cetak seperti brosur/poster/leaflet serta pemutaran video edukasi sehingga dapat menambah wawasan masyarakat sekitar untuk menerapkan upaya 3M Plus terhadap 30 warga. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan menyatakan bahwa mereka akan mulai menerapkan 3M Plus di rumahnya.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious public health issue in Samarinda City, with 867 confirmed cases and 3 deaths reported in 2023. Samarinda ranks third in East Kalimantan for DHF incidence, following Kutai Kartanegara Regency and Balikpapan City. The highest number of cases in Samarinda was recorded at the Bengkuring Community Health Center, especially in North Sempaja Subdistrict. This community service activity aimed to increase public awareness of DHF and promote preventive efforts through the implementation of the 3M Plus strategy (draining, closing, recycling, and additional prevention measures). Educational interventions were conducted using printed media (brochures, posters, leaflets) and video screenings. The activity received positive responses from participants, who showed high enthusiasm and expressed their intention to apply the 3M Plus strategy in their daily lives. The initiative demonstrated the importance of health education in empowering communities to prevent the spread of DHF.</em></p> Apriyani, Rindha Mareta Kusumawati, Kartina Wulandari, Suwignyo, Siti Hadijah Aspan Copyright (c) 2026 Apriyani, Rindha Mareta Kusumawati, Kartina Wulandari, Suwignyo, Siti Hadijah Aspan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/695 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Edukasi Jajanan Sehat dengan Metode Kartu Berpasangan Kepada Santri TPQ Miftahul Abidin Mojoagung, Jombang https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/706 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Kesehatan anak usia sekolah menjadi perhatian penting karena pada masa ini mereka rentan mengonsumsi jajanan yang tidak sehat, yang dapat berdampak pada tumbuh kembang dan risiko penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam memilih jajanan sehat melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di TPQ Miftahul Abidin, Mojoagung, Jombang, dengan melibatkan 41 santri berusia 6–13 tahun. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, dan permainan edukatif “Kartu Berpasangan” yang dirancang untuk membantu peserta mengenali ciri-ciri jajanan sehat dan tidak sehat. Data diperoleh melalui observasi keterlibatan peserta dan evaluasi respons sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif dari peserta. Media permainan terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memperkuat pemahaman anak terhadap materi. Edukasi ini juga memberikan dampak positif terhadap sikap dan perilaku anak dalam memilih jajanan yang aman dan bergizi. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, pendidik, orang tua, dan penjual jajanan dalam mendukung kebiasaan konsumsi sehat di lingkungan TPQ.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>The health of school-aged children is a critical concern, as they are prone to consuming unhealthy snacks that can negatively affect their growth and increase the risk of disease. This community service activity aimed to enhance children's knowledge and awareness in choosing healthy snacks through a fun and educational approach. The activity was conducted in June 2025 at TPQ Miftahul Abidin, Mojoagung, Jombang, involving 41 students aged 6–13 years. The methods used included lectures, interactive discussions, and an educational game called "Matching Cards," designed to help participants recognize the characteristics of healthy and unhealthy snacks. Data were collected through observation of participants' engagement and pre- and post-activity responses. The results showed an increase in both knowledge and active participation. The use of game-based media proved effective in creating an enjoyable learning environment and reinforcing children’s understanding of the material. This educational activity also had a positive impact on the attitudes and behaviors of children in selecting safe and nutritious snacks. The success of this program highlights the importance of collaboration among health workers, educators, parents, and snack vendors in promoting healthy eating habits within the TPQ environment.</em></p> Nadia Farah Diba, Atika Nur Fadilla, Alfi Rahmatillah Nur Fithriah Copyright (c) 2026 Nadia Farah Diba, Atika Nur Fadilla, Alfi Rahmatillah Nur Fithriah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/706 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam dalam Upaya Pengendalian Gula Darah pada Wali Murid di SD Tamanan Kota Kediri https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/687 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang banyak diminati masyarakat adalah pemanfaatan bahan alam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam sebagai upaya pengendalian kadar gula darah. Kegiatan dilaksanakan di SD Tamanan Kota Kediri dengan sasaran orang tua/wali murid. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah, serta pemberian edukasi melalui metode diskusi dan sharing menggunakan media booklet dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata pretest sebesar 41 dan meningkat menjadi 93 pada posttest. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam secara tepat sebagai pendukung pengendalian kadar gula darah</em>.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that required long-term management through pharmacological and non-pharmacological therapies. One non-pharmacological approach that is widely sought after by the community is the use of natural ingredients. This community service activity aims to increase the community's knowledge and skills in utilizing natural ingredients to control blood sugar levels.</em> <em>The activity was held at Tamanan Elementary School in Kediri City, targeting parents/guardians of students. The activity included physical examinations, blood pressure measurements, blood glucose level checks, and educational sessions through discussion and sharing using booklets and leaflets. Evaluation used pre- and post-tests to assess improvements in participants' knowledge.</em> <em>The activity results showed a significant increase in participants' knowledge, demonstrated by an average pre-test score of 41 and an increase to 93 in the post-test. This education is expected to increase community awareness and skills in the appropriate use of natural ingredients to support blood sugar control.</em></p> Luluk Aniqoh Meliana Putri Copyright (c) 2026 Luluk Aniqoh Meliana Putri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/687 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Penerapan Swamedikasi Obat Modern dan Obat Tradisional Penyakit Gastritis pada Kader Kesehatan SMAN 12 Pontianak https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/710 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh remaja terutama akibat pola makan yang tidak teratur dan stres. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala gastritis ringan adalah melalui pengobatan sendiri. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat modern dan tradisional untuk gastritis dapat meningkatkan risiko terjadinya medication error. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa sebagai kader kesehatan mengenai pengobatan sendiri gastritis secara rasional melalui edukasi berbasis terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 12 Pontianak dengan melibatkan 25 siswa yang tergabung ke dalam kader kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi klasikal, diskusi, penggunaan alat demonstrasi obat, dan pengisian angket pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 58,8 (pretest) menjadi 77,6 (posttest). Selain itu, tingkat kepuasan terhadap kegiatan mencapai 87,2% yang menunjukkan bahwa metode edukasi diterima dengan baik dan dinilai bermanfaat. Pendidikan pengobatan sendiri gastritis berbasis farmakologi dan bahan alami secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan siswa. Program ini efektif dan dapat digunakan sebagai model untuk pendidikan serupa di lingkungan sekolah lainnya. </em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Gastritis is one of the most common digestive disorders experienced by adolescents, primarily due to irregular eating habits and stress. One strategy to manage mild gastritis symptoms is self-medication. However, the low level of adolescent knowledge regarding the use of modern and traditional medicines for gastritis can increase the risk of medication errors. This community service activity aimed to enhance students' understanding, as health cadres, of rational self-medication for gastritis through education based on pharmacological and non-pharmacological therapy. The program was conducted at SMAN 12 Pontianak, involving 25 students who serve as school health cadres. The implementation methods included classical education sessions, discussions, the use of drug demonstration tools, and the administration of pre- and post-test questionnaires to measure knowledge improvement. There was an increase in the average student knowledge score from 58.8 (pre-test) to 77.6 (post-test). In addition, the satisfaction rate with the activity reached 87.2%, indicating that the educational methods were well-received and considered beneficial. Pharmacology- and natural product-based self-medication education significantly improved the knowledge of student health cadres. This program proved to be effective and could serve as a model for similar educational initiatives in other school settings.</em></p> Clara Ritawany Sinaga, Indri Kusharyanti, Indah Aprianti Copyright (c) 2026 Clara Ritawany Sinaga, Indri Kusharyanti, Indah Aprianti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/710 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Edukasi Kesehatan Jiwa Komunitas untuk Upaya Meningkatkan Kemandirian dan Kualitas Hidup ODGJ di Yayasan Al Fateh Kota Batam https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/735 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh yang sering kali kurang mendapat perhatian. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami hambatan dalam fungsi sosial, emosional, dan kemandirian sehingga berdampak pada kualitas hidupnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ODGJ serta pengasuh melalui edukasi kesehatan jiwa komunitas di Yayasan Al Fateh Kota Batam. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, edukasi kesehatan jiwa, pelatihan keterampilan perawatan diri, dan terapi aktivitas kelompok sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perawatan diri dan komunikasi sosial pada ODGJ serta peningkatan pemahaman caregiver dalam memberikan dukungan psikososial. Sasaran dalam kegiatan ini ialah caregiver dan orang dengan gangguan kejiwaan (OGDJ) dengan total 27 peserta. Kesimpulannya, edukasi kesehatan jiwa komunitas efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup ODGJ di lingkungan Yayasan Al-Fateh.</em></p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em>: Mental health is an essential component of overall well-being that is often overlooked. People with Mental Disorders (PWMD) experience difficulties in social, emotional, and functional independence, which significantly affect their quality of life. This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of PWMD and their caregivers through community-based mental health education at the Al Fateh Foundation in Batam City. The implementation methods included initial observation, mental health education, self-care skills training, and simple group activity therapy. The results indicated an improvement in self-care abilities and social communication among PWMD, as well as an increased understanding of psychosocial support among caregivers. In conclusion, community mental health education is effective in enhancing the independence and quality of life of PWMD within the Al Fateh Foundation environment</em></p> Nadya Ulfa Kesumawardani, Angriawan, Trisya Yona Febrianti, Dedi Fatrida, Yanti Girsang Copyright (c) 2026 Nadya Ulfa Kesumawardani, Angriawan, Trisya Yona Febrianti, Dedi Fatrida, Yanti Girsang https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/735 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Penyuluhan Pemantauan Jentik Berkala Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/734 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Faktor yang dapat meningkatkan resiko Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu perubahan iklim, faktor lingkungan fisik dan lingkungan alami. Selain faktor iklim, faktor lain yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah keberadaan jentik nyamuk. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Puskesmas Sidomulyo merupakan Puskesmas yang memiliki kasus tertinggi pada tahun 2024. Puskesmas Sidomulyo Rawat jalan ini mengalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup signifikan dari tahun 2023 sampai tahun 2024. Pada tahun 2023 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan sebanyak 21 kasus. Sementara itu, hingga bulan oktober pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebanyak 52 kasus. Angka Bebas Jentik (ABJ) tercatat hanya sebesar 4.3%, yang jauh dibawah standar minimal yang diharapkan ( standar ABJ sebesar 95% atau lebih). Melihat kondisi ini, maka </em><em>pengabdi</em><em> berinisiatif melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan pemantauan jentik sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membantu puskesmas dalam meningkatkan angka bebsa jentik dan menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pemantauan jentik nyamuk dan penyuluhan setelah penyuluhan dilakukan pemantauan jentik lagi. Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara melakukan pemantauan jentik nyamuk ke rumah masyarakat. Sasaran dari kegiatan ini adalah rumah-rumah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas untuk dilakukan pemantauan jentik nyamuk. Hasil yang didapatkan Angka Bebas Jentik</em><em> 100%</em><em>. </em></p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Factors that can increase the risk of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) are climate change, physical environmental factors and the natural environment. Apart from climatic factors, another factor related to the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the presence of mosquito larvae. Based on data from the Pekanbaru City Health Service, the Sidomulyo Health Center is the health center with the highest number of cases in 2024. The Sidomulyo Outpatient Health Center experienced a significant increase in cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) from 2023 to 2024. In 2023, there were 21 cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) at the Outpatient Sidomulyo Health Center. Meanwhile, until October 2024 there was an increase of 52 cases. The Larval Free Rate (ABJ) was recorded at only 4.3%, which is far below the expected minimum standard (ABJ standard of 95% or more). Seeing this condition, researchers took the initiative to provide community service to carry out outreach and larva monitoring activities as an effort to prevent and eradicate dengue hemorrhagic fever.</em> <em>It is hoped that this activity can help community health centers in increasing larvae rates and reducing the incidence of dengue hemorrhagic fever. The method used in this service is monitoring mosquito larvae and after counseling, monitoring larvae is carried out again. This service is carried out by monitoring mosquito larvae in people's homes. The targets of this activity are people's homes in the Puskesmas working area for monitoring mosquito larvae. The results obtained are then calculated 100% as to the larvae free number. </em></p> <p><em> </em></p> Herlina Susmaneli, Denai Wahyuni, Nurhaina Copyright (c) 2026 Herlina Susmaneli, Denai Wahyuni, Nurhaina https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/734 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000