Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK <hr /> <table class="data" style="height: 100%; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#E9E9E9"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Nama Jurnal</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Singkatan</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><strong><em>JPKMK<br /></em></strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Abbrevation</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><em><strong>J. Pengabdi. Kpd. Masy. Kesehat.</strong></em></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Prefix DOI</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">-</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Online ISSN</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210816281306913"><strong>2807-3134</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Frekuensi Terbitan</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><strong>4x Setahun (Maret, Juli, September, Desember)</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Biaya</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Lihat <strong><a href="http://www.jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/authorfee"> APC</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Penerbit</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusomo Yogyakarta</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="width: 106.391px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;">Indexing</td> <td style="width: 361.609px; height: 18px; font-family: times, serif; font-size: 12pt;"><a href="https://scholar.google.com/scholar?hl=en&amp;as_sdt=0%2C5&amp;q=jurnal+keperawatan+notokusumo&amp;btnG=">Google Scholar</a> | <a href="https://onesearch.id/Search/Results?filter[]=repoId:IOS3428">OneSearch</a> | ROAD | Base</td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan </strong>adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) STIKES Notokusumo.Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.</p> <p style="text-align: justify;">Redaksi <strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan</strong>, mengundang para peneliti, akademisi dan para praktisi untuk bersama menuangkan gagasan dan pemikirannya mengenai upaya dalam mengimplementasikan keilmuan di masyarakat. </p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta en-US Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan 2807-3134 Peningkatan Motivasi Donor Darah dalam Pengabdian Donor Darah Massal di PMI Depok Sleman Yogyakarta https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/587 <p><strong>Abstrak:</strong> <em>Donor darah sukarela merupakan komponen krusial dalam rantai pelayanan transfusi darah. Motivasi pendonor darah merupakan faktor utama dalam menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan. Donor darah massal merupakan upaya strategis PMI untuk memenuhi kebutuhan darah dengan tindakan dan praktik nyata yang dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Pengadian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi donor darah masyarakat dalam pengabdian donor darah di PMI Depok Sleman Yogyakarta. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diawali dengan donor darah massal kemudian dilanjutkan survei motivasi donor darah menggunakan instrument kuesioner. Kuesioner motivasi donor darah diberikan kepada peserta donor darah sebelum dan sesudah melakukan donor darah. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebanyak 5 orang (33,3%) termotivasi donor darah karena manfaat penting donor darah. Hasil post-test menunjukkan bahwa sebanyak 11 orang (73,3%) termotivasi donor darah karena kepuasan/rasa senang karena dapat membantu orang lain. Tingkat motivasi pendonor darah meningkat dari 33,3% menjadi 73,3%. Donor darah massal memberikan pengalaman yang mampu meningkatkan motivasi donor darah. </em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Voluntary blood donation is a crucial component of the blood transfusion service chain. Blood donor motivation is a key factor in ensuring the availability of safe and sustainable blood supplies. Mass blood donation represents a strategic effort by the Indonesian Red Cross (PMI) to meet blood demands through concrete actions that encourage community participation in blood donation. This community service activity aimed to determine changes in blood donor motivation within the community through blood donation services conducted at PMI Depok Sleman, Yogyakarta. The implementation method began with a mass blood donation event, followed by an assessment of blood donor motivation using a structured questionnaire. The questionnaire was administered to participants before and after blood donation. Pre-test results indicated that five participants (33.3%) were motivated to donate blood due to the perceived benefits of blood donation. In contrast, post-test results showed that eleven participants (73.3%) were motivated by the satisfaction and joy derived from helping others. Overall, the level of blood donor motivation increased from 33.3% to 73.3% following the intervention, indicating that mass blood donation activities provide meaningful experiences that can enhance blood donor motivation.</em></p> Hartalina Mufidah Copyright (c) 2026 Hartalina Mufidah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 1 6 Program KREASI Play-Based Learning Terintegrasi Kompetisi Kreatif sebagai Upaya Penanaman PHBS Anak di Lingkungan Desa Sugihan https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/744 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya dasar dalam pencegahan penyakit serta pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Anak-anak sebagai kelompok usia rentan memerlukan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang sesuai agar nilai-nilai PHBS dapat dipahami dan diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak di Desa Sugihan mengenai PHBS melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif berbasis play-based learning, gamifikasi, serta kompetisi kreatif berupa lomba puisi dan mewarnai. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan meliputi penyampaian materi PHBS, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, permainan edukatif, serta kompetisi yang melibatkan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama. Media visual berupa poster digunakan untuk mendukung pemahaman peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test melalui kuesioner sederhana yang diisi oleh peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan anak mengenai PHBS setelah edukasi. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kontekstual efektif dalam menanamkan nilai-nilai PHBS. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan pedesaan.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract:</strong> <em>Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a fundamental effort in disease prevention and the development of healthy habits from an early age. Children, as a vulnerable population group, require health education approaches that are appropriate to their developmental stage to ensure that PHBS values are well understood and sustainably practiced. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of children in Sugihan Village regarding PHBS through enjoyable and participatory educational approaches. The methods employed included interactive education based on play-based learning, gamification, and creative competitions in the form of poetry recitation and coloring contests. The activity was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage consisted of PHBS education sessions, handwashing with soap demonstrations, educational games, and creative competitions involving elementary to junior high school students. Visual media such as posters were used to support participants’ understanding of the material. The evaluation was carried out using a pre-test and post-test design through simple questionnaires administered before and after the educational activities. The results showed an increase in the average level of children’s knowledge regarding PHBS after the intervention. High levels of enthusiasm and active participation among participants indicate that creative and contextual approaches are effective in instilling PHBS values. This activity is expected to serve as an applicable and sustainable health education model in rural settings.</em></p> Muhammad Buana Firzatulloh Dwi Inda Sari Aulia Ghaniya Putri Ratih Mayuningrum Heni Angelia Yulise Johana Nur Lovita Audy Putri Gumay Copyright (c) 2026 Muhammad Buana Firzatulloh, Dwi Inda Sari, Aulia Ghaniya Putri, Ratih Mayuningrum, Heni Angelia Yulise, Johana Nur Lovita, Audy Putri Gumay https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 7 20 Penerapan Emergency Severity Index untuk Meningkatkan Akurasi Triase di IGD RSUD Kaimana https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/747 <p><strong>Abstrak:</strong> <em>Pelaksanaan triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kaimana sebelum penerapan Emergency Severity Index (ESI) masih dilakukan secara konvensional tanpa standar baku. Hal ini menyebabkan ketidaktepatan klasifikasi seperti overtriage dan undertriage, yang berdampak pada keterlambatan penanganan dan menurunnya mutu pelayanan kegawatdaruratan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan akurasi triase, kecepatan penanganan, serta keterampilan tenaga kesehatan IGD melalui penerapan sistem ESI. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi klinis, serta pendampingan implementasi langsung di IGD. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi proses triase, dan analisis perbandingan sebelum serta sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan akurasi klasifikasi pasien dari 70% menjadi 90%, penurunan overtriage dari 15% menjadi 7%, dan penurunan undertriage dari 10% menjadi 3%. Waktu tanggap pasien prioritas tinggi juga mengalami peningkatan signifikan dari 10 menit menjadi 5 menit. Penerapan sistem triase berbasis ESI terbukti efektif meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan profesionalisme tenaga kesehatan di IGD RSUD Kaimana.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract:</strong> <em>The triage process in the Emergency Department of Kaimana Regional Hospital was previously performed using a conventional, non-standardized approach, resulting in inaccurate classifications such as overtriage and undertriage. These issues contributed to delays in treatment and reduced the overall quality of emergency care services. This community service program aimed to improve triage accuracy, response time, and the competency of emergency department healthcare workers through the implementation of the Emergency Severity Index (ESI). The methods included socialization, training sessions, clinical simulations, and supervised implementation of ESI in the emergency department. Evaluation was conducted using pre- and post-tests, observation of triage procedures, and comparison analyses before and after the intervention. The results demonstrated an increase in classification accuracy from 70% to 90%, a reduction in overtriage from 15% to 7%, and a decrease in undertriage from 10% to 3%. Additionally, response time for high-priority patients improved significantly from 10 minutes to 5 minutes. The implementation of ESI proved effective in enhancing service quality, patient safety, and the professionalism of healthcare workers in the Emergency Department of Kaimana Regional Hospital.</em></p> Hubertina Vera Letsoin Atik Setiawan W. Copyright (c) 2026 Hubertina Vera Letsoin, Atik Setiawan W. https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 21 31 Edukasi Sarapan Sehat Berbasis Permainan untuk Cegah Stunting di SMPN 3 Bondowoso https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/739 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan remaja. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah pembiasaan sarapan sehat sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya sarapan sehat melalui edukasi berbasis permainan (emo-demo) di SMPN 3 Bondowoso. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, permainan edukatif MEMUSAT (Menyusun Menu Makanan Sehat) dan YUPI (Yuk Pilih Kartu Gizi), serta evaluasi pre-test dan post-test pada 60 siswa kelas VII dan VIII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 81,2% pada pre-test menjadi 95,2% pada post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Edukasi berbasis permainan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai sarapan sehat sebagai upaya pencegahan stunting. Disarankan adanya tindak lanjut berupa edukasi berkelanjutan dan pelibatan orang tua agar kebiasaan sarapan sehat dapat diterapkan secara konsisten di rumah. </em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Stunting is a chronic nutritional problem that affects adolescents’ growth and development. One of the efforts to prevent stunting is establishing healthy breakfast habits from school age. This community service program aimed to improve students’ knowledge about the importance of healthy breakfast through game-based education (emo-demo) at SMPN 3 Bondowoso. The methods included interactive lectures, educational games MEMUSAT (Arranging Healthy Meal Menus) and YUPI (Let’s Choose Nutrition Cards), as well as pre-test and post-test evaluations involving 60 seventh and eighth grade students. The results showed an increase in students’ average knowledge scores from 81.2% in the pre-test to 95.2% in the post-test. Students also demonstrated high enthusiasm and active participation during the activities. Game-based education proved effective in enhancing students’ understanding of healthy breakfast as an effort to prevent stunting. Continuous education and parental involvement are recommended to ensure sustainable healthy breakfast habits at home. </em></p> Aldiera Vemma Ayundra Putri Zulia Rahmawati Aisyah Nafila Ramadhan Nafisah Amira Mahdyah Lailah Izza Fakhiroh Yasmin Nur Sovia Farida Wahyu Ningtyias Copyright (c) 2026 Aldiera Vemma Ayundra Putri, Zulia Rahmawati, Aisyah Nafila Ramadhan, Nafisah Amira Mahdyah, Lailah Izza Fakhiroh, Yasmin Nur Sovia, Farida Wahyu Ningtyias https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 32 39 Edukasi Gaya Hidup Sehat serta Skrining Gula dan Tekanan Darah di Desa Pejangkungan https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/743 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus. Aktivitas fisik saja belum cukup untuk mencegah komplikasi, sehingga diperlukan edukasi gaya hidup sehat dan skrining kesehatan secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gaya hidup sehat yang disertai skrining kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perbaikan kondisi kesehatan lansia. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pejangkungan selama dua minggu. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pengisian kuesioner pretest dan posttest, serta skrining kesehatan berupa pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dari 58,6% menjadi 93,8% (peningkatan sebesar 60%). Selain itu, terjadi penurunan rata-rata gula darah sewaktu sebesar 18,9%, tekanan darah sistolik sebesar 5,5%, dan tekanan darah diastolik sebesar 5,1%. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi positif antara peningkatan pemahaman dengan perbaikan kondisi kesehatan. Edukasi gaya hidup sehat yang disertai skrining kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku yang berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah dan tekanan darah. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pemantauan rutin guna mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Older adults are vulnerable to non-communicable diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus. Physical activity alone is not sufficient to prevent complications; therefore, health education on maintaining a healthy lifestyle and regular health screenings are essential. This study aims to analyze the effect of healthy lifestyle education combined with health screening on improving knowledge and health conditions among older adults. The community service program was conducted in Pejangkungan Village over a two-week period. Activities included health education, pre- and post-test questionnaires, and health screenings through random blood glucose and blood pressure measurements. The results showed an increase in participants’ understanding from 58.6% to 93.8%. In addition, there was a decrease in average random blood glucose levels by 18.9%, systolic blood pressure by 5.5%, and diastolic blood pressure by 5.1%. These findings indicate a positive correlation between increased knowledge and improved health conditions. Healthy lifestyle education accompanied by health screening is effective in improving community knowledge and encouraging behavioral changes that contribute to reduced blood glucose and blood pressure levels. Therefore, this program is recommended to be implemented sustainably with regular monitoring to maintain and further improve the outcomes achieved.pressure. Continuation of such programs with regular monitoring is recommended.</em></p> Kadeq Novita Prajawanti Febi Hadi Nur Rahma Tarisa Salsabila Kartika Hidayat Debi Ayu Paramita Umi Fadillah Dian Rachmawati Rijul Ainiatuzuhro Copyright (c) 2026 Kadeq Novita Prajawanti, Febi Hadi Nur Rahma, Tarisa Salsabila Kartika Hidayat, Debi Ayu Paramita, Umi Fadillah, Dian Rachmawati, Rijul Ainiatuzuhro https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 40 50 Pemberdayaan Teman Sebaya Dalam Pemantauan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Sekolah https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/751 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Anemia merupakan masalah gizi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari batas normal. Upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi tersebut melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan, sekolah, dan inisiatif sendiri. Namun, dalam pendistribusian TTD masih belum optimal karena terdapat remaja putri yang tidak mengkonsumsi TTD secara rutin. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri melalui motivasi teman sebaya. </em><em>Pelaksanaan program dilaksanakan di SMPN 20 Kota Batam pada bulan November 2025 dengan cara pemantauan selama 2 minggu. Pelaksanaan program diawali dengan pembentukan tim yang bertugas untuk edukasi ke teman sebaya dan memonitor kepatuhan konsumsi TTD pada 50 remaja putri. Hasil pelaksanaan program diketahui sebanyak 32 siswi (64%) mengkonsumsi TTD di minggu pertama pemantauan dan mengalami peningkatan menjadi 41 siswi (82%) pada minggu kedua pemantauan. </em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Anemia is a nutritional problem that occurs when the number of red blood cells or hemoglobin levels in them is lower than the normal limit. The government's efforts to overcome this nutritional problem are through the provision of Iron Supplement Tablets (IRS) which can be obtained from health facilities, schools, and personal initiatives. However, the distribution of IRS is still not optimal because some adolescent girls do not consume IRS regularly. The aim of this community service activity is to increase compliance with IRS consumption among adolescent girls through peer motivation. The program was implemented at SMPN 20 Kota Batam in November 2025 with a two-week monitoring process. The program implementation began with the formation of a team whose task was to educate peers and monitor compliance with IRS consumption in 50 adolescent girls. The results of the program implementation were known as 32 female students (64%) consuming TTD in the first week of monitoring and increased to 41 female students (82%) in the second week of monitoring.</em></p> Muhammad Rizky Al Mufarid Herviana Herviana Sintya Fadli Copyright (c) 2026 Muhammad Rizky Al Mufarid, Herviana Herviana, Sintya Fadli https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 51 57 Peningkatan Peran Guru Sekolah Dasar dalam Pencegahan Infeksi Parasite di Desa Bone https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/728 <p><strong>Abstrak</strong>: <em>Penyakit infeksi seperti kecacingan, demam berdarah </em><em>dengue (DBD), dan kutu kepala masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar. Guru memiliki peran penting sebagai agen edukasi dalam upaya pencegahan penyakit tersebut di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru SDN Bone Kecamatan Nekamese terkait pencegahan kecacingan, DBD, dan kutu kepala. Kegiatan dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu ceramah dan praktikum. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest sebelum dan sesudah pemberian materi, baik teori maupun praktik, dengan menggunakan aplikasi Google Form. Peserta kegiatan berjumlah delapan orang guru. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan awal guru masih bervariasi, terutama pada materi DBD, langkah cuci tangan yang benar, serta pencegahan kutu kepala. Setelah dilakukan intervensi, hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana seluruh peserta (100%) mampu menjawab dengan benar seluruh pertanyaan yang diberikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui metode ceramah dan praktikum efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru mengenai pencegahan penyakit infeksi pada anak usia sekolah. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada siswa serta orang tua guna mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan di sekolah.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Infectious diseases such as helminthiasis, dengue hemorrhagic fever (DHF), and head lice infestation remain public health problems among elementary school–aged children. Teachers play an important role as health education agents in preventing these diseases within the school environment. This community service activity aimed to improve the knowledge of teachers at SDN Bone, Nekamese District, regarding the prevention of helminthiasis, DHF, and head lice infestation. The activity was conducted in two stages, namely lectures and practical sessions. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test design before and after the delivery of theoretical and practical materials through Google Forms. The participants consisted of eight teachers. The pre-test results indicated varying levels of baseline knowledge, particularly regarding dengue prevention, proper handwashing steps, and head lice prevention. After the intervention, the post-test results showed a significant improvement in knowledge, with all participants (100%) correctly answering all questions. This activity demonstrates that health education using lecture and practical methods is effective in improving teachers’ knowledge of infectious disease prevention among school-aged children. It is expected that the improved knowledge will be applied and disseminated to students and parents to support promotive and preventive health efforts in schools.</em></p> Michael Bhadi Bia Adrianus Ola Wuan Novian Agni Yudhaswara Copyright (c) 2026 Michael Bhadi Bia, Adrianus Ola Wuan, Novian Agni Yudhaswara https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 58 66 Edukasi Higiene Peralatan Makan dan Menutup Makanan Bagi Siswa SDN 132/I dan Anak-Anak Suku Anak Dalam Hajran https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/754 <p><strong>Abstrak: </strong><em>Masalah diare yang sering muncul di wilayah tersebut berkaitan dengan kebiasaan menyimpan makanan dalam kondisi terbuka dan penggunaan alat makan yang kurang higienis.</em> <em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai higiene peralatan makan dan cara menutup makanan dengan benar pada siswa kelas 4 SDN 132/I serta kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Hajran, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari.</em> <em>Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 melalui edukasi menggunakan media PowerPoint, poster, demonstrasi praktik, ice breaking, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test pada siswa sekolah, dan sesi dialog pada kelompok SAD. Hasil pre-test di SDN 132/I menunjukkan kategori Cukup 40%, Kurang 30%, Baik 20%, dan Sangat Baik 10%. Setelah edukasi, terjadi peningkatan dengan Baik naik menjadi 30% dan Sangat Baik menjadi 20%, serta penurunan kategori Cukup menjadi 30% dan Kurang menjadi 20%. Pada kelompok SAD, pre-test menunjukkan Cukup 50%, Baik 33%, dan Sangat Baik 17%. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dengan hanya dua kategori yang muncul, yakni Sangat Baik meningkat menjadi 50% dan Baik menjadi 33%, tanpa kategori Cukup maupun Kurang, menandakan peningkatan pemahaman yang lebih merata.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract: </strong><em>Frequent diarrhea in the area is related to the habit of storing food openly and using unhygienic eating utensils. This community service activity aimed to increase knowledge about eating utensils hygiene and how to properly cover food among fourth-grade students of SDN 132/I and the Suku Anak Dalam (SAD) group in Hajran Village, Bathin XXIV District, Batanghari Regency. The activity was conducted in November 2025 through educational sessions using PowerPoint presentations, posters, practical demonstrations, icebreakers, and evaluations through pre- and post-tests for students, and dialogue sessions for the SAD group. The pre-test results at SDN 132/I showed 40% of students receiving adequate food hygiene, 30% of students receiving inadequate food hygiene, 20% of students receiving good food hygiene, and 10% of students receiving excellent food hygiene. After the education, there was an increase, with 30% receiving good food hygiene and 20% receiving very good food hygiene. The Sufficient category decreased to 30% and 20% for the Sufficient category decreased to 30% and 20% for the Poor category. In the SAD group, the pre-test showed 50% receiving adequate food hygiene, 33% receiving good food hygiene, and 17% receiving very good food hygiene. After the intervention, there was a significant increase with only two categories appearing, namely Very Good increasing to 50% and Good to 33%, with no categories of Sufficient or Less, indicating a more even increase in understanding.</em></p> Karen Rachma Audina Fairuz Puteri Fadhillah Shintia Nadila Risya Amri Renandita Fona Wirani Putri Asywa Keisya Pratika Nurfauzil Azima Maitsa 'Aliyyah Angel Amelia Lara Setiani Maria Indriyani Manulang Arnati Wulansari Copyright (c) 2026 Karen Rachma Audina, Fairuz Puteri Fadhillah, Shintia Nadila, Risya Amri, Renandita Fona Wirani Putri, Asywa Keisya Pratika, Nurfauzil Azima, Maitsa 'Aliyyah, Angel Amelia, Lara Setiani, Maria Indriyani Manulang, Arnati Wulansari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 67 84 Memperkenalkan Teknologi Digital Aplikasi Dokumentasi Asuhan Keperawatan Berbasis Android pada Perawat https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/757 <p><strong>Abstrak</strong><em>: </em><em>Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dilakukan upaya pengembangan dan sosialisasi aplikasi dokumentasi keperawatan berbasis Android yang dirancang untuk mendukung standar BPJS Kesehatan KRIS di Indonesia. Tahap awal kegiatan meliputi koordinasi dengan rumah sakit dan tim IT untuk memahami kebutuhan serta kesiapan fasilitas, diikuti dengan penyusunan materi edukasi dan fitur teknologi yang sesuai standar nasional. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi hasil penelitian kebutuhan aplikasi kepada para perawat dan staf rumah sakit,. Selama proses ini, peserta menyampaikan masukan terkait fitur yang diinginkan serta kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga memungkinkan adanya penyesuaian dan pengembangan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari tenaga keperawatan terhadap rencana pengembangan aplikasi yang memudahkan proses dokumentasi dan memenuhi standar nasional. Kolaborasi antara rumah sakit, pengembang teknologi, dan akademisi pun terbentuk untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan implementasi aplikasi. Ke depan, diharapkan aplikasi ini dapat terwujud sehingg dapat meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan mendukung pelayanan kesehatan berkualitas sesuai standar BPJS, serta mempercepat proses dokumentasi di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi teknologi di bidang keperawatan, sekaligus memperkaya kolaborasi lintas sektor dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan di Indonesia.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract:</strong><em> This Community Service activity involved the development and dissemination of an Android-based nursing documentation application designed to support the BPJS Kesehatan KRIS (Indonesian Health Insurance) standards in Indonesia. The initial phase of the activity involved coordinating with hospitals and IT teams to understand facility needs and readiness, followed by the development of educational materials and technological features that meet national standards. Next, the results of the application needs research were disseminated to nurses and hospital staff. During this process, participants provided input on desired features and challenges encountered in the field, allowing for adjustments and ongoing development. The results of the activity demonstrated high enthusiasm from nursing staff for the planned development of an application that would streamline the documentation process and meet national standards. Collaboration between hospitals, technology developers, and academics was established to ensure the sustainability and successful implementation of the application. Going forward, it is hoped that this application will be realized, improving efficiency and data accuracy, supporting quality healthcare services in accordance with BPJS standards, and accelerating the documentation process within the hospital environment. This activity is expected to be the first step in strengthening the technological innovation ecosystem in the nursing field, while also enriching cross-sector collaboration in order to improve the quality of health services in Indonesia.</em></p> Windu Santoso Sri Sudarsih Muhammad Hafidh Taqiuddin Copyright (c) 2026 Windu Santoso, Sri Sudarsih, Muhammad Hafidh Taqiuddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-31 2026-03-31 6 1 85 95