Membangun Generasi Berencana Melalui Genre Talks Berbasis Peer Educator di Desa Loa Ulung
Building A Planned Generation Through Peer Educator-Based Genre Talks in Loa Ulung Village
Keywords:
genre talks, narkoba, pendidikan sebaya, pernikahan dini , remajaAbstract
Abstrak: Remaja adalah kelompok usia yang sangat mudah terpengaruh oleh berbagai masalah sosial seperti pernikahan di usia muda, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan infeksi menular seksual. Program “Genre Talks: Aku Masa Depanku” yang diadakan oleh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman memiliki tujuan untuk meningkatkan wawasan remaja di Desa Loa Ulung tentang pentingnya merencanakan masa depan yang terencana dan kesehatan reproduksi, meliputi pemutaran film edukasi, penyampaian materi terkait narkoba dan perancangan masa depan, serta lomba interaktif “Ranking 1” yang dirancang untuk menciptakan pendidik sebaya. Evaluasi dilaksanakan melalui pre-test dan post-test dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (Z = -6.280, p < 0.001), mengindikasikan efektivitas program dalam peningkatan kesadaran remaja. Pendekatan yang interaktif dan menyenangkan menjadikan kegiatan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan berbasis komunitas yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual sebagai luaran.
Abstract: Adolescents are an age group that is highly susceptible to various social issues such as early marriage, drug abuse, and sexually transmitted infections. The "Genre Talks: My Future“ program held by students from the Faculty of Public Health, Mulawarman University, aims to increase the awareness of adolescents in Loa Ulung Village about the importance of planning for the future and reproductive health, including educational film screenings, presentations on drugs and future planning, and an interactive ”Ranking 1" competition designed to create peer educators. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in participants' knowledge (Z = -6.280, p < 0.001), indicating the effectiveness of the program in raising awareness among teenagers. The interactive and fun approach made this activity effective as a community-based health education medium, which has been registered as an intellectual property output.
References
Aulia, A., & Savitri, M. (2019). Health consequences of child marriage in high burden countries?: a systematic review. International Journal of Health Science and Technology, 1(1), 39–46. https://doi.org/10.31101/ijhst.v1i1.943
BNN. (2025). Indonesia Drug Report 2025 (Vol. 7). Pusat Penelitian, Data, dan Informasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Gulo Ismail Frendi, Gulo Selmanto, & Harefa Nasozaro Otniel Hendrikus. (2025). Strategi Pencegahan Kenakalan Remaja Melalui Peran Keluarga. Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia, 2(3).
Hayyun Syam Aditya Naufal. (2021). Artikel Pengaruh Narkoba Bagi Remaja. Osfpreprints.
Indriawan, T., & Kusumaningrum, T. A. I. (2021). Efektifkah Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Teman Sebaya? Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health, 1(1), 14–26. https://doi.org/10.53088/griyawidya.v1i1.247
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019 (S. S. M. Boga Hardhana, S. MSc. P. Farida Sibuea, & S. M. Winne Widiantini, Eds.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sasda, M. M., & Amri, I. A. J. (2025). A Peer Group Education Approach on Increasing Knowledge and Attitude of Adolescents Regarding Sexual Violence. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 7(1), 153–161. https://doi.org/10.36590/jika.v7i1.1237
Sianturi, R., Ananda Hartawan, L., Arifah Rahmah, N., Nuril Kartika, P., Zulfa Safitri, M., & Nabilah, N. (2022). Efek Penggunaan NAPZA Terhadap Kesehatan Psikologis. Journal of Health Educational Science And Technology, 5(2), 97–114. https://doi.org/10.25139/htc.v5i2.4671
Urnia, E. E., Suryani, H., & Cybronika, L. M. M. (2024). Pemberdayaan mitra desa dalam pencegahan pernikahan usia dini: pendampingan kader dan orang tua melalui pembentukan kegiatan pelayanan kesehatan remaja (KPKR) di Desa Bukit Raya. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi, 6(2), 75. https://doi.org/10.30867/pade.v6i2.2084
WHO. (2018). Adolescent health.
Wulandari, D. A., & Yeti Syarifah, N. (2019). Efektivitas Peer Education Untuk Remaja Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Pencegahan Hiv Aids. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1). https://doi.org/10.47317/jkm.v12i1.147
Yuhana Sri Elis, Mariyati, & Sugiyanto Puspitasari Emilia. (2023). Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 11(22).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hazizah Tausia Abdania, Nurfadilla, Rahmi Susanti, Arya Yuliansyah Putra, Diva Nabilah Anggraeni, Nadya Zahira Shafa, Yerita Adellia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan