Penyuluhan Pemantauan Jentik Berkala Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru
Counseling on Periodic Larva Monitoring As An Effort to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever in The Working Area of The Sidomulyo Community Health Center, Pekanbaru City
Keywords:
DBD, penyuluhan, 3M PlusAbstract
Abstrak: Faktor yang dapat meningkatkan resiko Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu perubahan iklim, faktor lingkungan fisik dan lingkungan alami. Selain faktor iklim, faktor lain yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah keberadaan jentik nyamuk. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Puskesmas Sidomulyo merupakan Puskesmas yang memiliki kasus tertinggi pada tahun 2024. Puskesmas Sidomulyo Rawat jalan ini mengalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup signifikan dari tahun 2023 sampai tahun 2024. Pada tahun 2023 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan sebanyak 21 kasus. Sementara itu, hingga bulan oktober pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebanyak 52 kasus. Angka Bebas Jentik (ABJ) tercatat hanya sebesar 4.3%, yang jauh dibawah standar minimal yang diharapkan ( standar ABJ sebesar 95% atau lebih). Melihat kondisi ini, maka pengabdi berinisiatif melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan pemantauan jentik sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membantu puskesmas dalam meningkatkan angka bebsa jentik dan menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pemantauan jentik nyamuk dan penyuluhan setelah penyuluhan dilakukan pemantauan jentik lagi. Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara melakukan pemantauan jentik nyamuk ke rumah masyarakat. Sasaran dari kegiatan ini adalah rumah-rumah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas untuk dilakukan pemantauan jentik nyamuk. Hasil yang didapatkan Angka Bebas Jentik 100%.
Abstract: Factors that can increase the risk of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) are climate change, physical environmental factors and the natural environment. Apart from climatic factors, another factor related to the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the presence of mosquito larvae. Based on data from the Pekanbaru City Health Service, the Sidomulyo Health Center is the health center with the highest number of cases in 2024. The Sidomulyo Outpatient Health Center experienced a significant increase in cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) from 2023 to 2024. In 2023, there were 21 cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) at the Outpatient Sidomulyo Health Center. Meanwhile, until October 2024 there was an increase of 52 cases. The Larval Free Rate (ABJ) was recorded at only 4.3%, which is far below the expected minimum standard (ABJ standard of 95% or more). Seeing this condition, researchers took the initiative to provide community service to carry out outreach and larva monitoring activities as an effort to prevent and eradicate dengue hemorrhagic fever. It is hoped that this activity can help community health centers in increasing larvae rates and reducing the incidence of dengue hemorrhagic fever. The method used in this service is monitoring mosquito larvae and after counseling, monitoring larvae is carried out again. This service is carried out by monitoring mosquito larvae in people's homes. The targets of this activity are people's homes in the Puskesmas working area for monitoring mosquito larvae. The results obtained are then calculated 100% as to the larvae free number.
References
Anggraini, D. (2016). Pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. (2023). Profil kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2023. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2023). Pengendalian dan pencegahan demam berdarah dengue di Provinsi Riau. Riau: Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Gifari, A., Rusmartini, T., & Astuti, P. (2017). Peran pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dalam pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Husna, R., & Wahyuningsih, N. (2016). Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan.
Ibrahim, Hadju, V., Nurdin, & Ishak, H. (2016). Efektivitas fogging dalam menurunkan kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016a). Pedoman pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016b). Pengendalian vektor demam berdarah dengue. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016c). Petunjuk teknis fogging fokus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Koalisi Civil Society Organization (CSO). (2017). Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan pengendalian penyakit menular.
Kresno, S. (2005). Perilaku kesehatan masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Listyorini, I. (2016). Hubungan PSN 3M Plus dengan kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2020). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Priesley, F. (2018). Pengendalian vektor sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Susianti. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Tanjung, M. (2012). Program pemberantasan sarang nyamuk berbasis masyarakat. Jurnal Kesehatan.
Tombeng, P. J., Pingkan, J., & Ratag, B. (2017). Hubungan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Widagdo, L., Husodo, B. T., & Bhinuri. (2008). Hubungan PSN 3M Plus dengan kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herlina Susmaneli, Denai Wahyuni, Nurhaina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan